KABUPATEN TANGERANG - Bagi para petani di wilayah Desa Waliwis Kecamatan Mekar Baru dan sekitarnya, mungkin nama Sanusi atau yang lebih dikenal sebagai si Raja Komben, Mekar Jaya, sudah tidak asing lagi.
Dirinya memang dikenal tidak hanya menawarkan berbagai alat dan mesin pertanian bagi para petani, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pengusaha di sektor pertanian melalui usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian.(19/09/2026)
Menurut Sanusi, Peluang tersebut dinilai terbuka lebar, terutama di wilayah Kecamatan Mekar Baru dan sekitarnya yang merupakan salah satu daerah lumbung padi Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Tinggal nasyarakat yang memang tertarik mengembangkan usaha jasa pertanian dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang kami sediakan atau disewakan kepada masyarakat atau pemilik lahan,"tegasnya
Dalam keterangan resminya, Sanusi mengatakan jika usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian memiliki prospek yang menjanjikan., Karena kebutuhan terhadap alat pertanian modern cukup besar seiring dengan luasnya lahan pertanian yang ada di Wilayah Kronjo, Mekar Baru dan sekitarnya," ungkapnya
"Saya hanya memanfaatkan peluangn pada saat itu sangat terbuka untuk menjadi pengusaha yang menyewakan alat dan mesin pertanian. Karena wilayah tersebut salah satu daerah lumbung padi Nasional," kata Sanusi dalam Acara Ngopi dan Nonton Bareng Turnamen Link Viber Cup 2026 , Kronjo
Ia juga memberikan Tips sederhana usaha jasa penyewaan Combine Harvester.Misalnya dengan tarif sewa minimal Rp.2 juta rupiah untuk 1 hektare, satu unit Combine yang mampu mengerjakan 4 hektare dalam sehari dapat menghasilkan omzet Rp.8 juta per hari.
Lalu jika 50 persen omzet tersebut digunakan untuk biaya operasional, maka keuntungan yang diperoleh sekitar Rp.4 juta per hari hanya untuk pengerjaan 4 hektare sawah,"ucapnya.
Kemudian jika dengan asumsi alat tersebut beroperasi selama 10 hari, secara efektif dalam satu bulan, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp.40 juta per bulan.
Dari keuntungan tersebut, sekitar Rp.10 juta dapat dialokasikan untuk membayar angsuran pembelian combine. Dengan demikian, pengusaha masih berpotensi memperoleh keuntungan sekitar Rp.30 juta per bulan. Sementara jika dalam satu bulan 10 hari efektif, berarti Rp.4 juta dikali 10 hari, sekitar Rp.40 juta. Kemudian angsuran misalnya Rp.10 juta, masih ada Rp.30 juta," jelasnya.
Sedangkan Harga Combine yang ditawarkan "Si Raja Komben" sendiri mulai dari kisaran Rp.300 jutaan hingga Rp.500 jutaan. Sanusi mengatakan, dengan skema usaha tersebut, investasi alat dapat dicicil hingga lunas sekaligus menghasilkan pendapatan dari jasa penyewaan.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin memulai usaha tersebut, Kami juga menyediakan kemudahan pembelian melalui skema kredit. Bahkan, tersedia program promo dengan uang muka atau DP serta bunga kredit ringan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sanusi juga bekerja sama dengan berbagai perbankan untuk menyediakan pilihan pembiayaan bagi masyarakat atau petani yang ingin memiliki alat dan mesin pertanian sendiri.
Jika sebelumnya kehadiran pusat penjualan alat dan mesin pertanian tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh sarana produksi pertanian sekaligus mendorong percepatan mekanisasi pertanian di wilayah Mekar Baru, Kronjo dan sekitarnya
Berlokasi di Desa Waliwis Kecamatan Mekar Baru, Sanusi juga menyediakan berbagai produk alat dan mesin pertanian, mulai dari HandTractor, mesin diesel, pompa air hingga peralatan pertanian modern lainnya.
Sanusi mengatakan, jika memang si Raja Komben hadir bukan hanya untuk membantu petani memiliki alat pertanian, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha baru di sektor pertanian.
"Raja Komben.hadir untuk membantu para petani memiliki alat dan mesin pertanian dengan harga yang terjangkau, baik melalui pembelian secara tunai maupun kredit atau jasa penyewaan musiman," ujarnya.
Menurutnya, mekanisasi pertanian saat ini dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, ditambah dengan dukungan alat dan mesin pertanian modern, produktivitas di sektor pertanian diharapkan lebih meningkat sekaligus membantu Nawacita Presiden Prabowo dalam program ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
(Yanto)

