Menanti Respon Cepat Pemkab Tangerang Perbaiki Akses Wisata Religi Pulo Cangkir

Menanti Respon Cepat Pemkab Tangerang Perbaiki Akses Wisata Religi Pulo Cangkir

DELIK HUKUM
Senin, 28 September 2026


KABUPATEN TANGERANG - Respon cepat, Ian Mulyana S. Kom. selaku anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menanggapi berbagai keluh kesah masyarakat dan para pengunjung terkait Infrastruktur jalan dan jembatan menuju tempat wisata Religius Pulo Cangkir,di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat abrasi.

Menurutnya, Hal tersebut sudah kita sampaikan langsung ke pak Bupati dalam rapat gelar pendapat, beberapa hari yang lalu. Banyaknya masyarakat dan para pengunjung yang datang ke lokasi wisata, seringkali mengeluh karena kerusakan jalan yang semakin parah kondisinya setiap tahun," jelasnya

"Kondisi dan dampak Abrasi tersebut mengakibatkan berbagai persoalan, seperti terjadinya penyempitan lahan daratan di sekitar kawasan wisata religi dan muara Sungai Pasilian, lalu kerusakan akses jalan, jembatan penghubung dan sarana penunjang lain menuju kawasan ziarah yang rusak tergerus ombak. Disamping itu, juga hilangnya Batas Wilayah, akibat pengikisan yang membuat bentuk asli pulau kian berubah,"terang Ian Mulyana

Untuk kerusakan jalan dan jembatan di depan Pos AL Kronjo, sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir. Kerusakan itu sendiri disebabkan karena abrasi pantai Pulo Cangkir sehingga membawa dampak pada infrastruktur sekitar,"ucapnya kepada Awak Media (29/09/2026)

Sementara, berbagai cara pun sudah dilakukan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan Kronjo, seperti melayangkan surat permohonan perbaikan. Hanya saja, mungkin Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang, belum juga merealisasikannya.

"Sangat disesali, karena bila tidak segera diperbaiki, maka lokasi wisata Pulo Cangkir akan ditinggalkan pengunjung. Karena, wisata tersebut juga menjadi pendapatan kas daerah," katanya.

"Sedangkan setiap tahunnya, lokasi ini menjadi tujuan warga sebagai tempat wisata. Jadi, kerusakan akan tambah parah karena tanpa diimbangi adanya perbaikan," katanya.

Ian Mulyana juga mengungkapkan, jika lahan di Pulo Cangkir saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Pasalnya, dari 4 hektar lahan awal yang ada, saat ini hanya tinggal menyisakan sekitar 2000 meter atau hilang hampir 3 hektar lebih. 

Selain itu, Saya bersama tokoh masyarakat dan pengelola wisata terus mendesak pemerintah untuk membangun tanggul atau pengedaman pantai yang lebih kokoh demi melindungi akses serta area makam keramat tersebut. Karena, tidak hanya di Pulo Cangkir saja, melainkan di hampir Daerah Pantura (Kab.Tangerang, Pesisir utara) keseluruhan.

Abrasi pantai Pulo Cangkir juga membawa dampak lingkungan dan perekonomian. Karena, nelayan akan kehilangan mata pencaharian dan objek wisata juga akan ditinggalkan pengunjungnya,"pungkas Ian Mulyana S. Kom menjelaskan. 


(Yanto)