Camat Kresek Terkesan Tidak Pernah Berikan Kontribusi dan Solusi Nyata Atasi Persoalan RTLH

Camat Kresek Terkesan Tidak Pernah Berikan Kontribusi dan Solusi Nyata Atasi Persoalan RTLH

DELIK HUKUM
Minggu, 26 Juli 2026


KABUPATEN TANGERANG - Senyum sumringah nampak diraut wajah Nenek Masru'ah (83), warga Kampung Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, yang rumah reot, rapuh dan tidak layak huni secara perlahan kini dalam proses perbaikan, sehingga nantinya layak untuk ditempati kembali.

Bantuan perbaikan rumah nenek Masru'ah yang digagas sejumlah pihak sosial kontrol setempat, serta rekan jurnalis Kresek Media Center (KMC) juga komunitas peduli sosial Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang) Putra Andil yang selalu aktif dan peduli di wilayah Kecamatan Kresek.

Sosok Nenek Masru'ah seorang janda tua yang hidup sebatang kara, dan tidak berpenghasilan tetap hanya bergantung serta mengandalkan bantuan dan pemberian keluarga, maupun para tetangga sekitar yang masih peduli terhadapnya.

"Sudah lama saya ingin punya rumah yang aman, tapi hanya bisa menangis dan mengelus dada. Terima kasih ya Allah, masih ada orang baik yang peduli pada nenek yang sudah renta ini," ucapnya dengan suara bergetar, disertai matanya yang berkaca-kaca melihat tumpukan material yang kini ada di hadapannya.

Sementara itu, Ananta Putra, salah satu Owner dan Pimpinan Redaksi media lokal Info terbit bersama beberapa pihak menggagas dan menginisiasi program perbaikan rumah nenek Masru'ah menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan wujud nyata semangat pers yang tidak hanya memberitakan penderitaan, tapi juga bergerak langsung dan mencari solusi,"tegasnys

"Kedatangan berbagai bahan material itu bukan semata keberuntungan, melainkan buah dari kepedulian teman -teman lembaga dan media yang melihat adanya sebuah ketimpangan dan kekurang pedulian pihak Pemerintah Kecamatan Kresek dalam mengambil sebuah keputusan.

Ini akibat respon yang "Lemot" Pemerintah Daerah, Serta sosok pemimpin Wilayah (Kecamatan) yang kurang berani berinovasi serta memberi solusi cepat dan nyata,"ucap Ananta Putra

Menurutnya,Ide dan gagasan ini berawal dari melihat kesusahan Nenek Masru'ah, mereka berinisiatif tidak hanya diam menulis berita namun bersama teman - teman lembaga dan Media yang setiap hari melakukan tugas serta fungsinya berusaha menjadi jembatan kebaikan.

"Alhamdulillah, respon dari para donatur sangat luar biasa, bahkan salah satunya Ibu Indah yang turut berkenan membiayai kebutuhan material ini sampai dengan selesai, lalu organisasi Karang Taruna Kabupaten Tangerang yang juga kemarin (25/7) memberikan bantuan berupa sembako untuk kebutuhan sehari - hari nenek Masru'ah,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pagobang Tari menyampaikan bahwa bantuan ini tak akan berhenti pada pengiriman material saja. "Kami dan warga sekitar juga akan bergotong royong membantu proses pembangunannya, agar Nenek Masru'ah segera bisa menempati rumah yang layak huni, aman, dan tentram," tambahnya.

Pagobang Tari sendiri adalah Komunitas yang beralamat di Kampung Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mereka memang dikenal aktif memprakarsai berbagai aksi sosial diantaranya bedah rumah Nenek Masru'ah di wilayah Kp. Andil Desa Talok tersebut.

"Konsepnya, rumah Nenek Masru'ah kita bedah bareng-bareng, dan Allhamdulilah para donatur yang kami hubungi telah siap ikut berartisipasi. Insya Allah hari ini kita mulai," ujar tari yang merupakan pengusaha Showroom motor.(26/07/2026)

Melalui gerakan kemanusiaan ini, diharapkan di wilayah Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang tidak ada lagi warga bernasib seperti Nenek Masru'ah yang bertahan hidup di bangunan dengan kondisi memprihatinkan,"ungkapnya

Nenek Masru'ah adalah potret ke kurang sigap dan peka pihak Pemerintah Daerah dalam merespon laporan juga keluhan masyarakat. "Jangan berkoar tahun 227 Kecamatan Kresek" Zero" RTLH Jika hanya teori dan berkali-kali rumah tersebut difoto dan dimintai data, tapi sampai sekarang bantuan bedah rumah tidak pernah terwujud,"jelas Ananta Putra menambahkan

Sampai berita ini terbit beberapa pihak yang terkait belum dapat dihubungi.

Red. Yanto