SERANG, BANTEN, MEDIA DELIK HUKUM.COM – Ratusan warga Desa Nambo Ilir melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Tunas Alpin yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, pada Senin (11/5).
Aksi massa yang terdiri dari pemuda hingga ibu-ibu ini menuntut kebijakan rekrutmen perusahaan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat setempat.
Warga dari Kampung Panebong, Nagrek, dan Gambar memadati area depan pabrik sejak pagi hari dengan membawa mobil komando. Mereka menyuarakan kekecewaan terkait sulitnya akses lapangan kerja bagi warga lokal di perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka sendiri.
Warga mendesak PT Tunas Alpin untuk memberikan kuota khusus dan memprioritaskan warga Desa Nambo Ilir dalam proses penerimaan karyawan.
Masyarakat mengkritik alasan perusahaan yang kerap menggunakan standar keahlian (skill) sebagai dalih untuk tidak menyerap tenaga kerja lingkungan sekitar.
Komunikasi dengan Pemerintah Desa: Pihak perusahaan dinilai menutup diri dan tidak menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa maupun BUMDes terkait pemberdayaan masyarakat.
Rubil, Ketua BUMDes Nambo Ilir sekaligus koordinator aksi, menegaskan bahwa warga memiliki kelayakan untuk bekerja di perusahaan tersebut dan menuntut keadilan nyata.
"Kami warga Nambo Ilir juga layak bekerja di sini. Selama ini perusahaan berdalih hanya memprioritaskan tenaga ahli, namun hingga saat ini tidak ada komunikasi dengan pemerintah desa. Kami meminta perusahaan segera mengakomodir tuntutan warga hari ini juga," ujar Rubil dalam orasinya.
Senada dengan hal tersebut, Sakti, salah satu warga yang ikut berdemonstrasi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pemuda setempat yang masih menganggur meski pabrik besar berdiri di depan mata.
"Sejak pabrik ini berdiri, belum ada warga sekitar yang diterima bekerja. Alasan mereka selalu soal skill. Kami berharap ada kebijakan yang lebih manusiawi bagi warga terdekat," tambah seorang ibu di lokasi aksi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif meski arus lalu lintas di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande sempat tersendat. Perwakilan massa aksi saat ini tengah melakukan audiensi dan negosiasi dengan manajemen PT Tunas Alpin di dalam area pabrik untuk mencapai kesepakatan tertulis.
Warga mengancam akan bertahan dan melakukan aksi lanjutan jika pihak perusahaan tidak memberikan keputusan konkret terkait penyerapan tenaga kerja lokal.
(/red)
Editor: Khondoy Soja


