Maesyal Rasyid : Penataan Makam Keramat Ki Mauk, Jadi Momentum Pelestarian Sejarah dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Maesyal Rasyid : Penataan Makam Keramat Ki Mauk, Jadi Momentum Pelestarian Sejarah dan Penggerak Ekonomi Rakyat

DELIK HUKUM
Senin, 18 Mei 2026


KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid meresmikan secara langsung usai selesainya proyek pemugaran dan penataan kawasan Makam Keramat Ki Mauk di Kecamatan Mauk

Kegiatan tersebut sekaligus menandai keberhasilan program relokasi permukiman warga di sekitar area makam menjadi kawasan yang lebih tertata, bersih, dan representatif (17/05/2026).

Bupati Tangerang mengungkapkan bahwa rencana penataan makam pejuang dan tokoh panutan masyarakat tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 1997.

Namun, melalui komitmen bersama dan pendekatan musyawarah, proses penataan akhirnya dapat direalisasikan secara optimal dalam satu tahun terakhir.

“Alhamdulillah, rencana pemugaran, penataan, dan pembangunan Makam Keramat Ki Mauk ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1997.

Setahun lalu, tepatnya pada bulan Mei, kami telah bermusyawarah bersama keluarga yang tinggal di sini, Pak Camat, Ketua MUI, serta tokoh pemuda. "Alhamdulillah semuanya sepakat dan menyetujui relokasi rumah warga tersebut,” ujar Maesyal.Rasyid

Penataan kawasan tersebut di antaranya termasuk pemindahan rumah warga yang sebelumnya berada di area inti makam keramat. Hunian baru warga kini berada sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi semula, dengan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak swasta PIK- 2.

Menurut Bupati Maesyal, kondisi kawasan makam sebelumnya dinilai kurang representatif sebagai situs keramat dan destinasi ziarah masyarakat. Penafaan tersebut bertujuan agar kawasan situs sejarah dan religi tersebut lebih tertata dan terbebas dari kesan kumuh.

“Dulu saya melihat kawasan ziarah ini kurang tertata. Rumah-rumah di sekitarnya juga belum mencerminkan bahwa ini adalah kawasan makam keramat. Sekarang alhamdulillah pendopo sudah dibangun, tempat ziarah sudah disiapkan, dan Insya Allah ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kawasan Makam Keramat Ki Mauk telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti pendopo, akses air bersih, toilet umum, dan ke depan akan dibangun musala. Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri optimistis penataan tersebut nantinya dapat juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Di satu sisi kita terus mengingat jasa para leluhur, pejuang, dan tokoh panutan seperti Ki Mauk. Di sisi lain, mudah-mudahan kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan. Masyarakat bisa berjualan, menyediakan kopi dan kebutuhan peziarah, sekaligus ikut menjaga kelestarian dan kebersihan makam keramat ini,” tambahnya.

Ki Mauk sendiri dikenal luas oleh masyarakat sebagai sosok pejuang dan tokoh panutan yang memiliki jasa besar bagi wilayah Mauk dan sekitarnya, sehingga nilai perjuangan dan keteladanannya diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus.

"Kita berharap semangat dan nilai-nilai perjuangan beliau terus hidup dan menginspirasi kita semua untuk bersam-sama membangun daerah," pungkasnya.


(Yanto)