BANTEN, MEDIA DELIK HUKUM.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Bojonegara, tepatnya di depan SMPN 1 Bojonegara pada Selasa malam sekitar pukul 18.15 WIB. Insiden kali ini melibatkan seorang pengendara sepeda motor asal Lampung dengan sebuah truk tambang yang melintas di jalur tersebut.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat pengendara motor berusaha menyalip di tengah arus lalu lintas yang padat. Kondisi jalan yang minim penerangan diduga membuat jarak pandang terbatas.
Saat mencoba mendahului, pengendara motor tidak sempat menghindar ketika berpapasan dengan truk tambang yang hendak berbelok. Akibatnya, benturan tak terhindarkan. Sepeda motor korban dilaporkan rusak parah setelah terlindas roda truk. Beruntung, nyawa korban masih tertolong dan segera dievakuasi oleh warga sekitar ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kecelakaan ini memicu kembali gelombang protes dan kekhawatiran warga. Padatnya aktivitas truk tambang di jalur Bojonegara-SBM, terutama pada jam pulang kerja, dianggap menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan kecil.
"Situasi gelap dan padatnya kendaraan besar membuat risiko kecelakaan sangat tinggi. Jalur ini sudah sering memakan korban, terutama saat malam hari," ujar salah satu warga melalui pesan singkat.
Melalui gerakan Save Bojonegara, masyarakat mendesak pihak otoritas terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah jatuhnya korban berikutnya. Beberapa poin tuntutan warga antara lain:
Penegakan Jam Operasional: Memperkuat pengawasan terhadap jadwal melintas truk tambang agar tidak berbenturan dengan jam sibuk warga.
Penerangan Jalan Umum (PJU): Pemasangan lampu jalan di titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur SBM.
Ketegasan Aturan: Penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat bagi pengemudi kendaraan besar dan pengguna jalan lainnya.
Tanpa adanya langkah nyata dari pemerintah dan pihak kepolisian, warga khawatir Jalan Raya Bojonegara-SBM akan terus menjadi jalur maut bagi masyarakat yang melintas.
Sumber Informasi: Kiriman Sobat Bojonegara Puloampel Update
Editor: Khondoy Soja


