SERANG, BANTEN, MEDIA DELIK HUKUM.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Laskar NKRI Provinsi Banten resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Gerakan 50.000 Sertifikat Halal UMKM Banten”. Program ini diinisiasi sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing produk lokal di kancah nasional.
Mengusung tagline “Membantu UMKM Menuju Pasar Nasional”, gerakan ini memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikasi halal secara gratis. Hal ini bertujuan agar produk lokal Banten memiliki legalitas yang kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mampu menembus pasar modern dan digital.
Ketua DPW LSM Laskar NKRI Provinsi Banten, Andi Nakrawi, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya pelaku UMKM yang kesulitan mengurus sertifikasi akibat kendala biaya dan minimnya informasi.
“Produk UMKM di Banten sangat berkualitas, namun banyak yang terkendala legalitas. Saat ini, sertifikat halal bukan sekadar label, melainkan kebutuhan pokok agar produk masyarakat bisa dipercaya dan masuk ke jaringan pasar yang lebih luas,” ujar Andi Nakrawi dalam keterangannya.
Andi menegaskan, Laskar NKRI berkomitmen menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk bertransformasi.
“Kami ingin UMKM Banten naik kelas dan memiliki daya saing kuat. Kami juga membuka pintu kolaborasi bagi pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya untuk mempercepat percepatan sertifikasi ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPW LSM Laskar NKRI Banten, Akhmad Rizky Apriana, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup fungsi edukasi dan pendampingan teknis.
“Banyak potensi besar yang belum tergarap karena pelaku usaha belum paham pentingnya standarisasi halal. Kami akan membentuk sistem pendampingan di setiap kabupaten dan kota untuk membantu masyarakat, mulai dari pendaftaran, pengumpulan dokumen, hingga sertifikat terbit,” jelas Akhmad Rizky.
LSM Laskar NKRI menargetkan pemberian 50.000 sertifikat halal dapat terealisasi dalam waktu satu semester. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan sasaran berbagai sektor, mulai dari industri makanan, minuman, hingga produk rumahan (home industry).
Diharapkan melalui gerakan ini, ekosistem UMKM di Provinsi Banten semakin sehat, memiliki nilai jual tinggi, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
(Red)
Editor: Khondoy Soja


