BPBD Kabupaten dan Provinsi Banten Gelar Peningkatan Keterampilan Bagi SDM Kebencanaan di Desa Pasir Ampo

BPBD Kabupaten dan Provinsi Banten Gelar Peningkatan Keterampilan Bagi SDM Kebencanaan di Desa Pasir Ampo

DELIK HUKUM
Rabu, 31 Agustus 2022


Kecamatan kresek


KABUPATEN TANGERANG, MEDIA DELIK HUKUM.COM - Bertempat di Gedung Aula kantor Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek selama Dua hari (30/31) digelar Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dipusatkan di Desa Pasir Ampo

Sedangkan peserta kegiatan diikuti oleh para Staf Desa, Karang Taruna, PKK, BPD dan Linmas Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek, dalam kesempatan tersebut di hadiri oleh BPBD Kabupaten/Provinsi, Babinsa dan Bhinamas Desa, Sekdes Pasir Ampo, serta sejumlah Narasumber dari BPBD Kabupaten Tangerang dan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Rabu (31/08/2022)

Pelatihan tersebut di buka oleh H.Elih selaku Kabid BPBD Kabupaten Tangerang. Dalam sambutannya H.Elih menjelaskan, tujuan dibentuknya Destana tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya sehingga terbentuk masyarakat tangguh dalam menghadapi berbagai bencana," ujarnya

"Kami mengharapkan kesiap siagaan masyarakat Desa Pasir Ampo dalam menghadapi bencana yang semakin meningkat. Destana merupakan Desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi bencana - bencana yang nantinya timbul. Sedangkan untuk bisa menjadi Destana, Desa harus bekerja dengan cepat dalam menghadapinya," tegasnya

H. Elih juga mengatakan, Desa yang bisa disebut ketangguhan bencana ketika Desa tersebut memiliki kemampuan di wilayahnya. Mampu mengorganisasikan dirinya dengan sumber daya yang dimiliki kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana
dan harus memiliki kader Destana,” jelasnya.

Sedangkan Kader Destana yang sudah, dibentuk dan ditetapkan wajib memiliki tiga hal dasar. Yaitu harus mewujudkan segala bencana yang ada di wilayahnya, terdepan yang terjadi bencana, dan mampu melakukan proses pemulihan. Kader Destana juga bisa menyiapkan diri dan membagi ilmu yang dimiliki kepada masyarakat lainnya. Sehingga masyarakat bisa menganalisa dan mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi.

“Melalui pelatihan ini saya berharap kader yang mampu mengkaji, menganalisis, mengurangi risiko - risiko di wilayah masing - masing dengan sumber daya lokal,” imbuhnya

Sementara itu Suardi selaku Kepala Desa Pasir Ampo menjelaskan dan berharap, tujuan dari kegiatan untuk lebih meningkatkan kerja sama antara pemangku kepentingan dalam pengurangan resiko bencana diantara unsur Pemerintah, masyarakat, Dunia usaha, Akademisi dan lainnya,” ucapnya.

Selain pengukuhan, digelar pula pelatihan kepada para peserta agar memahami kerentanan kapasitas resiko bencana serta memahami tindakan - tindakan yang seharusnya dilakukan dalam penanganan bencana," ucap Suardi

Untuk itulah, kegiatan ini sangat perlu sekali bagi kami dalam mengurangi resiko bencana, serta membentuk Destana di Desa Pasir Ampo. Nantinya setelah dibentuk dan dikukuhkan, para pengurus Destana dilatih untuk bisa mencegah dini, lapor dini dan deteksi dini berkaitan dengan bencana," terang Suardi

“Inilah ikhtiar kami untuk mengurangi dampak bencana sehingga tidak meluas dan menimbulkan korban. Semua melibatkan seluruh komponen Destana, termasuk masyarakat dan relawan di dalamnya,” ujarnya 

Terkait pembukaan kembali kawasan wisata di Citengah, Bupati mengatakan, bisa dilakukan namun dengan persyaratan tertentu karena masih dalam transisi.

“Dibuka tetapi dengan berbagai persyaratan dalam pembukaanya. Jadi ada tim assesment yang menentukan per hari buka tidaknya, disesuaikan dengan kondisi alam,” ujarnya

Misalnya langkah - langkah konkret dalam mitigasi bencana diantaranya sosialisasi dan pembuatan jalur evakuasi, juga pembuatan titik - titik kumpul semuanya wajib membuat tanpa terkecuali. Begitu juga papan informasi dan call center darurat, serta penyediaan alat-alat P3K,” pungkasnya

(Ari Ariyanto)